Jumat, 17 April 2020

Hubungan dan Pola Komunikasi dalam Organisasi Serta Pengelolaannya


MAKALAH
“Hubungan dan Pola Komunikasi Dalam Organisasi Serta Pengelolaannya”
Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah
KOMUNIKASI BISNIS
Dosen pembimbing :
RONI SUBHAN, S.pd. M.pd


Disusun oleh Kelompok 3 :
1.          Ikras Hervindi                         (E20193154)
2.          Dyanisa Ayu Safira                 (E20193174)

AKUNTANSI SYARIAH
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) JEMBER
2020/2021


KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, kami bersyukur kepada Allah SWT karena rahmat dan nikmat-Nya makalah komunikasi organisasi ini dapat diselesaikan tepat waktu. Kemudian kami ucapkan terima kasih kepada Dosen Pembimbing yang telah menjelaskan cara pembuatan makalah ini. Serta kepada pihak-pihak yang terkait yang tidak bisa disebutkan satu persatu.
Mungkin dalam makalah ini masih banyak kekurangan atau kelebihan yang tidak kami sadari. Oleh sebab itu kami berharap bagi yang membaca makalah ini bisa berpatisipasi untuk memberikan saran maupun kritikan yang dapat membuka insight kita untuk kedepannya.





BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
Sudah menjadi kodratnya bahwa manusia adalah makhluk sosial, yang hidup bersama dengan manusia lain secara berkelompok, bersama-sama sukunya, bersama-sama dalam suatu daerah, berbangsa dan bernegara. Dan hidup bersama-sama dengan orang lain itu timbul komunikasi. Dalam kehidupan modern seperti sekarang komunikasi memegang peran yang sangat penting, karena justru dari cara komunikasi yang digunakan, maka orang dapat sukses, tetapi dari cara komunikasinya pula orang dapat gagal dalam mencapai tujuannya. Bagaimana kita berkomunikasi dalam kehidupan bersama itu-lah yang menjadi salah satu faktor yang sangat penting di dalam kehidupan bersama, baik di dalam organisasi ataupun kelompok.
Mengapa komunikasi penting dalam suatu organisasi? Pertanyaan ini kerap dilontarkan oleh mereka yang “concern” terhadap kajian fenomena komunikasi maupun mereka yang tertarik pada gejala-gejala keorganisasian. Dalam kenyataannya masalah komunikasi senantiasa muncul dalam proses organisasi. Bahkan boleh dikata, organisasi tanpa komunikasi ibarat sebuah mobil yang di dalamnya terdapat rangkaian alat-alat otomotif, yang terpaksa tidak berfungsi karena tidak adanya aliran fungsi antara satu bagian dengan bagian yang lain. Conection komunikasi merupakan sistem aliran yang menghubungkan dan membangkitkan kinerja antar bagian dalam organisasi sehingga menghasilkan sinergi.
Komunikasi menyediakan alalt-alat untuk pengambilan keputusan menerima umpan-balik dan mengoreksi tujuan serta prosedur organisasi. Apabila komunikasi berhenti maka aktivitas organisasi akan berhenti. Dengan demikian tinggalah kegiatan-kegiatan individu yang tidak terorganisasi.
B.  Rumusan Masalah
1.    Apa yang dimaksud dengan komunikasi bisnis?
2.    Fungsi komunikasi dalam organisasi?
3.    Apa saja faktor yang mempengaruhi komunikasi organisasi?
4.    Apa saja pola-pola dari komunikasi organisasi?
5.    Bagaimana proses dari komunikasi?
6.    Apa saja hambatan yang mungkin muncul dalam organisasi?

















BAB II
PEMBAHASAN
A.  Pengertian Dari Komunikasi Organisasi
Komunikasi Organisasi merupakan bentuk pertukaran pesan antara unit-unit komunikasi yang berada dalam organisasi tertentu. Organisasi sendiri terdiri dari unit-unit komunikasi dalam hubungan-hubungan hirarkis antara yang satu dengan yang lainnya dan berfungsi dalam suatu lingkungan. Komunikasi organisasi melibatkan manusia sebagai subyek yang terlibat dalam proses menerima, menafsirkan, dan bertindak atas informasi.
Menurut wiryanto, komunikasi oragnisasi adalah pengiriman dan penerimaan berbagai pesan organisasi di dalam kelompok formal maupun informal dari suatu organisasi. Komunikasi formal adalah komunikasi yang disetujui oleh organisasi itu sendiri dan sifatnya berorientasi kepentingan organisasi. Isinya berupa cara kerja di dalam organisasi, produktivitas, dan berbagai pekerjaan yang harus dilakukan dalam organisasi. Misalnya memo, kebijakan, pernyataan, jumpa pers, dan surat-surat resmi. Adapun komunikasi informal adalah komunikasi yang disetujui secara sosial. Prientasinya bukan pada organisasi, tetapi lebih kepada anggotanya secara individual.
Komunikasi organisasi serupa dengan komunikasi internal Pengertian dari komunikasi internal adalah pertukaran gagasan di antara para administrator dan karyawan dalam suatu perusahaan, dalam struktur lengkap yang khas disertai pertukaran gagasan secara horizontal dan vertikal di dalam perusahaan, sehingga pekerjaan dapat berjalan.
Komunikasi dalam organisasi sangat penting karena dengan adanya komunikasi maka seseorang bisa berhubungan dengan orang lain dan saling bertukar pikiran yang bisa menambah wawasan seseorang dalam bekerja atau menjalani kehidupan sehari-hari maka untuk membina hubungan kerja antar pegawai maupun antar atasan  bawahan perlulah membicarakan komunikasi secara lebih terperinci. Dalam menyalurkan ide melalui komunikasi harus ada si pengirim berita (sender) maupun si penerima berita (receiver). Solusi-solusi yang diberikan pun tidak diambil seenaknya saja, tetapi ada penyaringan dan seleksi, manakah solusi yang terbaik yang akan diambil, dan yang akan dilaksanakan oleh organisasi tersebut agar mencapai tujuan, serta visi, misi suatu organisasi.
Berikut ini adalah beberapa definisi serta penjelasan mengenai komunikasi menurut beberapa ahli:
a.    Himstreet & Baty
Komunikasi adalah suatu proses pertukaran informasi antar individu melalui suatu sistem yang biasa (lazim), baik dengan simbol-simbol, sinyal-sinyal, maupun perilaku atau tindakan.
b.    Theodorson & Thedorson
Komunikasi adalah penyebaran informasi, ide-ide sebagai sikap atau emosi dari seseorang kepada orang lain terutama melalui simbol-simbol.
c.    Charles H. Cooley
Komunikasi berarti suatu mekanisme hubungan antar manusia dilakukan dengan mengartikan simbol secara lisan dan membacanya melalui ruang dan meyimpan dalam waktu.
 Jadi, komunikasi adalah suatu proses penyampaian pesan atau informasi dari suatu pihak ke pihak yang lain dengan tujuan tercapai persepsi atau pengertian yang sama. Berarti dalam hal ini komunikasi dalam organisasi merupakan hal yang paling penting karena komunikasi.
B.  Fungsi Komunikasi dalam organisasi
Menurut sendjaja, dalam organisasi baik yang bersifat komersial maupun yang bersifat sosial proses komunikasi dalam organisasi atau lembaga tersebut yang bersifat sosial proses komunikasi dalam organisasi atau lembaga tersebut harus memiliki 4 fungsi yaitu:
1.    Fungsi informatif
Organisasi dapat dipandang sebagai suatu sistem pemrosesan informasi. Maksudnya adalah seluruh karyawan/pegawai dalam suatu organisasi berharap dapat memperoleh informasi yang lebih baik dan tetap waktu. Informasi yang didapat memungkinkan setiap anggota organisasi dapat melaksanakan pekerjaannya secara bai dan tepat, informasi pada prinsipnya dibutuhkan oleh setiap orang yang memiliki perbedaan posisi dan kedudukan dalam suatu organisasi. Orang-orang tersebut dalam tataran manajemen membutuhkan informasi untuk membuat suatu kebijakan organisasi ataupun untuk upaya mengatasi konflik yang terjadi didalam organisasi, sedangkan karyawan (bawahan) membutuhkan informasi tentang jaminan keamanan, jaminan sosial dan kesehatan, izin cuti dan sebagainya.
2.    Fungsi regulatif
Fungsi  regulatif  ini  berkaitan  dengan  peraturan-peraturan  yang  berlaku dalam suatu organisasi.  Pada semua lembaga atau organisasi,  ada dua hal yang berpengaruh terhadap fungsi regulatif ini, yaitu:
a)    Atasan atau orang-orang yang berada dalam tataran manajemen yaitu mereka yang memiliki kewenangan untuk mengendalikan semua informasi yang disampaikan. Di samping itu mereka juga mempunyai kewenangan untuk memberikan intruksi atau perintah, sehingga dalam struktur organisasi kemungkinan mereka ditempatkan pada lapis atas (position of authority) supaya perintahnya dilaksanakan sebagaimana semestinya. Namun demikian, sikap bawahan untuk menjalankan perintah banyak bergantung pada:
·         Keabsahan pimpinan dalam penyampaian perintah
·         Kekuatan pimpinan dalam pemberi sanksi
·         Kepercayaan bawahan terhadap atasan sebagai seorang pemimpin sekaligus sebagai pribadi
·         Tingkat kredibilitas pesan yang diterima bawahan
b)   Berkaitan dengan pesan atau message. Pesan-pesan regulatif pada dasarnya berorientasi pada kerja. Artinya , bawahan membutuhkan kepastian peraturan-peraturan tentang pekerjaan yang boleh dan yang tidak boleh untuk dilaksanakan
3.    Fungsi persuasif
Dalam mengelola suatu organisasi, baik kekuasaan maupun kewenangan tidak selalu membawa hasil sesuai seperti yang diharapkan. Karena itu, seorang pimpinan harus bisa melakukan persuasi terhadap bawahan dari pada selalu memberikan perintah, sebab pekerjaan yang dilaksanakan secara suka rela oleh karyawan atau pegawai akan menghasilkan kepedulian yang lebih besar bila dibandingkan jika seorang pimpinan sering memperlihatkan kekuasaaan dan kewenangannya.
4.    Integratif
Setiap organisasi berupaya menyediakan saluran komunikasi yang memungkinkan para karyawan atau pegawai dapat melaksanakan tugas dan pekerjaan dengan baik. Ada dua saluran komunikasi formal seperti penerbitan khusus dalam organisasi tersebut (newsletter, buletin dll), dan laporan kemajuan organisasi, juga melalui saluran komunikasi informal seperti percakapan antar pribadi ketika waktu jam istirahat kerja. Pertandingan olahraga maupun berupa kegiatan kegiata berdarmawisata pelaksanaan aktivitas seperti ini akan menumbuhkan keinginan untuk berpartisipasi yang lebih besar dalam diri karyawan terhadap organisasi.
C.  Faktor yang Mempengaruhi Komunikasi Organisasi
faktor yang mempengaruhi komunikasi organisasi yang efektif. Dengan mengetahui apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi strategi komunikasi organisasi yang efektif, tentu saja para anggota organisasi ataupun para pengurus organisasi tersebut memiliki kesempatan yang lebih besar untuk melakukan komunikasi organisasi yang lebih efektif.
1.    Jalur komunikasi formal
 Salah seorang penulis, Raymond V Lesikar dalam bukunya A General Sematic Apporoach to Communication Barries (1997), menjelaskan bahwa salah satu faktor yang bisa mempengaruhi komunikasi organisasi adalah jalur komunikasi formal yang dimiliki oleh organisasi tersebut. Tergantung pada bagaimana keluasan dan struktur jalur komunikasi formal yang dimiliki oleh suatu organisasi, jalur komunikasi bisa menghambat arus informasi yang bebas dari berbagai sumber informasi pada berbagi tingkat organisasi, ataupun mempercepat atau memperlancar arus informasi tersebut.
2.    Struktur wewenang
Faktor kedua adalah adanya struktur wewenang pada suatu organisasi. Struktur wewenang bisa berpengaruh terhadap efektivitas komunikasi karena bisa kewenangan membuat seorang individu memiliki kemampuan dan tentunya kebolehan untuk melakukan berbagai hal termasuk salah satunya adalah membatasi siapa saja yang akan berkomunikasi dengan siapa dan tentunya apa saja yang bisa dikomunikasikan. Adanya struktur wewenang yang saling tumpang tindih dengan orang lain juga bisa membuat suatu komunikasi dalam suatu organisasi menjadi lebih lama untuk dilakukan.
3.    Spesialisasi pekerjaan
Spesialisasi pekerjaan yang dimiliki oleh individu yang terlibat dalam komunikasi organisasi juga bisa mempengaruhi efektivitas komunikasi yang dilakukan. Apabila pihak yang terlibat komunikasi memiliki berbagai macam spesialisasi pekerjaan yang berbeda, besar kemungkinan penggunaan istilah, wawasan dan kepribadian yang dimiliki berbeda satu dengan yang lain sehingga bisa menjadi hambatan komunikasi organisasi. Akan tetapi hal ini bisa diatasi dengan memberikan wawasan terhadap bidang kerja dan kosakata satu dengan yang lain. Atau bisa pula disepakati penggunaan istilah yang sama-sama dimengerti satu dengan yang lainnya.
4.    Kemampuan komunikasi komunikator
Salah satu hal lain yang juga mempengaruhi efektivitas komunikasi yang dilakukan dalam suatu organisasi adalah kemampuan komunikasi yang dimiliki oleh komunikator itu sendiri. Maksudnya adalah, apabila komunikator yang melakukan komunikasi organisasi tersebut memiliki kemampuan yang baik dalam komunikasi, maka efektivitas komunikasi organisasi bisa lebih mudah dicapai. Sementara apabila kemampuan komunikasinya cenderung buruk, maka komunikasi organisasi yang efektif pun cenderung sulit untuk dicapai.
5.    Wawasan
Wawasan adalah salah satu faktor yang mempengaruhi komunikasi organisasi yang lain. Apabila pihak-pihak yang terlibat dalam suatu komunikasi tidak memiliki wawasan yang sama satu dengan yang lainnya, maka komunikasi yang efektif pun akan sulit untuk dilakukan. Selayaknya pada faktor spesialisasi pekerjaan, memiliki wawasan yang cukup mengenai topik yang dibicarakan adalah salah satu faktor utama komunikasi yang efektif.
6.    Konteks
Konteks melingkupi peristiwa yang mengiri komunikasi sebelum dilakukan, dan berbagai macam hal lain seperti artefak atau benda-benda yang diperhatikan dalam suatu proses komunikasi oleh komunikator. Pada prinsipnya, konteks bisa mempengaruhi efektivitas komunikasi yang dilakukan karena konteks bisa mempengaruhi persepsi komunikan, kondisi psikologis komunikator, dan berbagai aspek lain yang bisa mempengaruhi bagaimana proses komunikasi dilakukan. Oleh karena itulah komunikasi organisasi yang efektif idealnya mempertimbangkan kondisi atau konteks dari peristiwa komunikasi yang dilakukan. Untuk mempelajarinya lebih dalam bisa melihat pada teori komunikasi organisasi menurut para ahli.
7.    Bahasa
Bahasa dalam hal ini berperan sebagai bentuk pesan yang disampaikan oleh komunikator terhadap komunikan, seperti misalnya bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan berbagai macam bahasa yang lain. Perbedaan bahasa ataupun pengetahuan bahasa bisa berpengaruh terhadap komunikasi organisasi yang dilakukan. Misalnya apabila peserta komunikasi tidak memahami bahasa yang digunakan dalam komunikasi dengan baik, tentunya mereka tidak akan bisa merespons komunikasi yang dilakukan dengan baik pula. Oleh karena itulah idealnya komunikasi organisasi dilakukan dengan menggunakan bahasa yang sesuai degan komunikan dan juga komunikator.
8.    Media
Media yang dimaksud adalah sarana atau saluran yang digunakan untuk melakukan suatu proses komunikasi dalam suatu proses komunikasi organisasi yang dilakukan oleh orang-orang yang terlibat dalam komunikasi tersebut. Contoh media antara lain adalah telepon genggam, memo, dan berbagai jenis media lainnya selama hal tersebut bisa menjadi alternatif dilakukannya komunikasi organisasi.Pemilihan media yang tidak tepat bisa menghambat komunikasi organisasi. Misalnya untuk menyampaikan program baru perusahaan melalui saluran media sosial seperti BBM dengan disingkat” dan satu arah, tentunya akan menyelitkan pihak-pihak yang terlibat komunikasi organisasi tersebut untuk memahami maksud pesan yang sebenarnya. Selain itu, mereka juga tidak memiliki kesempatan yang tepat untuk bisa bertanya pada mereka yang menyampaikan pesan tersebut. Oleh karena itulah media pun harus dipilih dengan cara yang tepat.
9.    Pesan yang berbeda
Pesan yang berbeda, dalam hal ini bisa berarti pesan dari kompetitor, atau pesan yang bertolak belakang dengan pesan yang disampaikan oleh organisasi, dan lain sebagainya bisa memicu hasil komunikasi yang tidak efektif apabila dibiarkan begitu saja. Dengan kata lain, pesan yang berlawanan atau berbeda tetapi menghambat proses penerimaan pesan yang sesungguhnya ingin disampaikan oleh organisasi, juga harus diatasi terlebih dahulu. Misalnya, melalui klarifikasi, dan lain sebagainya. Dengan demikian, maka para peserta komunikasi bisa menerima pesan yang disampaikan oleh komunikator dengan lebih mudah. Jangan lupa untuk senantiasa memperhatikan etika komunikasi organisasi.
10.     Tingkat kedekatan komunikator dan komunikan
Masalah berikutnya yang merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi efektivitas komunikasi organisasi adalah tingkat kedekatan komunikator dan komunikan. Semakin dekat komunikator dan komunikan, maka maksud pesan pun bisa disampaikan dengan lebih mudah. Sementara itu, sebaliknya, semakin jauh komunikator dan komunikan, semakin sulit pula komunikasi yang efektif tercapai kecuali kemampuan komunikator dan juga karakter komunikan mendukung hal tersebut. Itulah beberapa faktor yang mempengaruhi efektivitas komunikasi organisasi. Semoga dengan mengetahui beberapa hal di atas komunikasi bisa dilakukan dengan semakin baik.
D.  Pola-pola Dalam Komunikasi Organisasi
Komunikasi dalam organisasi terbagi menjadi dua yaitu formal dan informal.
1.    Komunikasi formal
Komunikasi formal terbagi atas tiga bagian yaitu:
a.    Komunikasi vertikal
Bentuk komunikasi ini merupakan bentuk komunikasi yang terjadi dari atas ke bawah dan sebaliknya artinya komunikasi yang disampaikan pimpinan kepada bawahan dan dari bawahan kepada pimpinan secara imbal balik.
b.    Komunikasi horizontal
bentuk komunikasi secara mendatar, di antara sesama karyawan dan sebagainya. Komunikasi horizontal sering kali berlangsung tidak formal. Fungsi komunikasi horizontal atau kesamping digunakan oleh dua pihak yang mempunyai level yang sama. Komunikasi ini berlangsung dengan cara tatap muka melalui media elektronik seperti telepon atau melalui pesan tertulis.
c.    Komunikasi diagonal
Bentuk komunikasi ini sering disebut juga komunikasi silang. Berlangsung dari seseorang kepada orang lain dalam posisi yang berbeda. Dalam arti pihak yang satu tidak berada pada jalur struktur yang lain. fungsi komunikasi diagonal digunakan oleh dua pihak yang mempunyai level berbeda tetapi tidak mempunyai wewenang langsung kepada pihak lain.
2.    Komunikasi informal
komunikasi informal adalah komunikasi yang terjadi antara karyawan dalam suatu organisasi yang dapat berinteraksi secara bebas satu sama lain terlepas dari kewenangan dan fungsi jabatan mereka. Komunikasi informal terbagi atas tiga bagian yaitu:
a.    Rumor, yaitu jaringan informasi yang bisa menembus seluruh lapisan organisasi. Rumor ditemukan dalam semua organisasi kecuali dalam organisasi yang sangat kecil tetapi tidak selalu mengikuti pola yang sama dan tidak perlu menyesuaikan dengan jalur-jalur wewenang dan komunikasi formal. Rumor terdiri dari beberapa jenis yaitu:
·      Rantai gosip, terbentuk saat satu orang menyebarkan pesan ke orang banyak. tiap orang ini selanjutnya merahasiakan informasi tersebut atau menyampaikan ke orang lain lagi,  rantai gosip cenderung melibatkan informasi pribadi.
·      Rantai tandan, dimana satu orang menyebarkan informasi pada sejumlah kecil individu terpilih. Beberapa dari penerima informasi selanjutnya menyebarkan informasi kepada sejumlah kecil individu lain berikutnya, sisanya menyimpan informasi untuk diri. Rumor bisa menjadi aset titik dengan mengenal individu kunci dari rantai rumor manajemen dapat mengendalikan informasi yang mereka terima dan menggunakan rumor untuk mengetahui reaksi karyawan terhadap ide baru seperti perubahan kebijakan personalia atau paket tunjangan. Manager juga bisa mendapatkan informasi bernilai dari rumor untuk memperbaiki proses pembuatan keputusan.
b.    Managementbywanderingaround, ide dasar manajemen byonethe ring around adalah sejumlah manajer mencari atau apa yang terjadi dengan berkeluyuran dan berbicara kepada bawahan langsung, bawahan jauh, petugas pengiriman, konsumen, atau siapa saja yang terkait dengan perusahaan.
c.    Komunikasi non verbal, adalah setiap interaksi komunikasi yang tidak menggunakan kata-kata atau yang memanfaatkan kata-kata untuk menyampaikan makna lebih luas dari pengertian kata-kata itu sendiri. terdapat tiga jenis komunikasi nonverbal yang dipraktekkan manajer yaitu Citra latar dan bahasa tubuh titik dalam konteks organisasi citra adalah jenis kata-kata yang dipilih. “abaikan peringatan bahayanya, terus maju dengan kecepatan penuh”, latar dan komunikasi berperan penting dalam komunikasi nonverbal. Pembatasan, keakraban wilayah pribadi, dan elemen lain dari latar semuanya penting. Komunikasi nonverbal mengandalkan ekspresi wajah gerak tubuh, kontak fisik dan isyarat.
E.  Proses Komunikasi Organisasi
komunikasi terjadi dalam hubungan antara pengirim dengan penerima. Komunikasi dapat mengalir dalam satu arah dan berakhir di sana. Atau sebuah pesan dapat menimbulkan respon (yang secara formal dikenal dengan sebutan “umpan balik”) dari penerima. Pengirim (sumber pesan)merupakan pihak yang mengawali komunikasi titik dalam sebuah organisasi, pengirim dapat berupa seseorang dengan informasi kebutuhan atau keinginan dan dengan tujuan mengkomunikasikannya kepada satu atau beberapa orang lain.
Penerima adalah orang yang inderanya menerima pesan dari pengirim. Mungkin terjadi jumlah penerima banyak, seperti kalau sebuah memo dikirimkan kepada seluruh anggota organisasi, atau hanya satu orang,seperti kalau seseorang mendiskusikan sesuatu secara rahasia kepada seorang rekan. Pesan harus disesuaikan dengan latar belakang penerima. Manajer produksi sehingga menghindari penggunaan istilah yang sangat teknis dalam berkomunikasi dengan seseorang di departemen pemasaran.
dari rangkaian pengertian tersebut “bila pesan tidak sampai kepada penerima maka komunikasi belum terjadi”. Di sisi lain, kerap terjadi situasi dimana pesan sudah sampai kepada penerima, tetapi penerima tidak mampu memahaminya. Tiga faktor yang mempengaruhi efektivitas komunikasi meliputi penyandian, pengertian dan gangguan.
1.    Penyadian
penyandian terjadi ketika pengirim menterjemahkan informasi untuk dikirimkan menjadi serangkaian simbol. penyandian itu diperlukan karena informasi hanya dapat dikirimkan dari seseorang kepada orang lain lewat perwakilan atau simbol. Karena komunikasi merupakan objek dari penyandian, pengirim berusaha menetapkan arti “ yang dapat dipahami bersama” dengan penerima dengan cara memilih simbol, biasanya dalam bentuk kata atau gerakan tubuh, yang dipercaya oleh pengirim mempunyai arti yang sama dengan penerimanya. kerap dijumpai, kurangnyakerjasama adalah merupakan salah satu penyebab umum dari salah pengertian atau kegagalan dalam berkomunikasi.
2.    Pengartian
Merupakan proses yang dilakukan oleh penerima untuk menginterprestasikan pesan dan menterjemahkannya ke dalam informasi yang mempunyai arti Ini merupakan proses dua langkah, yaitu menerima pesan, dan kemudian mengartikannyaPengartian dipengaruhi oleh pengalaman penerima, penilaian pribadi mengenai simbol dan gerakan tubuh yang dipakai harapan (orang cenderung mendengar apa yang ingin mereka dengar), dan kesamaan arti dengan pengirimnya. Secara umum, semakin banyak pengartian penerima yang sama dengan pesan yang dimaksud oleh pengirim, semakin efektif komunikasi.
3.    Gangguan
Meliputi segenap faktor yang mengganggu, membingungkan, atau mencampuri komunikasi. Gangguan dapat timbul dalam saluran komunikasi atau metode pengiriman. Gangguan dapat terjadi karena faktor internal (misalnya penerima kurang mengindahkan) ataupun faktor eksternal (misalnya pesan terganggu oleh suara lain dari lingkungan titik gangguan dapat terjadi pada tahap manapun dari proses komunikasi terutama pada tahap penyajian dan pengartian.
F.   Hambatan komunikasi dalam organisasi
Dalam proses organisasi tidaklah selalu mulus, tentunya akan banyak terjadi hambatan-hambatan pada perjalanannya.Hambatan yang sering muncul adalah hambatan komunikasi, karena komunikasi adalah kunci utama dalam kesuksesan organisasi mengingat banyaknya orang yang terlibat di dalamnya.Hambatan tersebut tentunya bukan menjadi suatu mengganjal dalam organisasi karena semua hambatan pastinya dapat diselesaikan dengan baik dan tepat. Berikut ini adalah macam-macam hambatan dalam organisasi yaitu:
1)      Hambatan dari proses komunikasi
Hambatan dari pengirim pesan, misalnya pesan yang akan disampaikan kebun jelas bagi dirinya atau pengirim pesan, hal ini dipengaruhi oleh perasaan atau situasi emosional.
a.       Hambatan dalam penyandian / simbol. Hal ini dapat terjadi karena bahasa yang dipergunakan tidak jelas sehingga mempunyai arti lebih dari satu, simbol yang dipergunakan antara si pengirim dan penerima tidak sama atau bahasa yang dipergunakan terlalu sulit.
b.      Hambatan media, adalah hambatan yang terjadi dalam penggunaan media komunikasi, misalnya gangguan suara radio dan aliran listrik sehingga tidak dapat mendengarkan pesan.
c.       Hambatan dalam bahasa sandi. Hambatan terjadi dalam menafsirkan sandi oleh si penerima.
d.      Hambatan dari penerima pesan, misalnya kurangnya perhatian pada saat menerima / mendengarkan pesan, sikap prasangka tanggapan yang keliru dan tidak mencari informasi lebih lanjut.
Hambatan dalam memberikan balikan.Balikan yang diberikan tidak menggambarkan apa adanya akan tetapi memberikan interpretatif, tidak tepat waktu atau tidak jelas dan sebagainya.
2)      Hambatan fisik
Hambatan fisik dapat mengganggu komunikasi yang efektif, cuaca gangguan alat komunikasi, dan lain-lain, misalnya: gangguan kesehatan ( caca tubuh misalnya orang yang tuna wicara), gangguan alat komunikasi dan sebagainya.
3)      Hambatan semantik
Faktor pemahaman bahasa dan penggunaan istilah tertentu. Kata-kata yang dipergunakan dalam komunikasi kadang-kadang mempunyai arti mendua yang berbeda, tidak jelas atau berbelit-belit antara pemberi pesan dan penerima pesan. Misalnya: adanya perbedaan bahasa (bahasa daerah, nasional, maupun internasional), adanya istilah-istilah yang hanya berlaku pada bidang-bidang tertentu saja, misalnya bidang bisnis industri, kedokterandan lain-lain.
4)      Hambatan psikologis
Hambatan psikologis dan sosial kadang-kadang mengganggu komunikasi, misalnya: perbedaan nilai-nilai serta harapan yang berbeda antara pengirim dan penerima pesan, sehingga menimbulkan emosi di atas pemikiran pemikiran dari si pengirim maupun si penerima pesan yang hendak disampaikan.
5)      Hambatan manusiawi
Terjadi karena adanya faktor, emosi dan prasangka pribadi, persepsi, kecakapan atau ketidakcakapan, kemampuan atau ketidakmampuan alat-alat panca indera seseorang, dan lain-lain.
Adapun cara mengatasi Hambatan Komunikasi
1.      Gunakan umpan balik
Beri kesempatan pada orang-orang lain untuk menyampaikan ide atau gagasan nya, sehingga tercipta dua iklim komunikasi dua arah
2.      Kenali si penerima berita
a.       Bagaimana latar belakang pendidikannya
b.      Bagaimana pengetahuan tentang subjek pembicaraan
c.       Sejauh mana minat dan perasaannya
3.      Rencanakan secara teliti, pertimbangkan baik-baik: apa, mengapa, siapa, bagaimana, kapan.




BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Dari pembahasan yang telah dipaparkan di atas, maka kami dapat menyimpulkan bahwa  Komunikasi sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari dalam segala aspek apapun, baik itu dalam organisasi maupun di lingkungan masyarakat. Sehinga yang dimaksud Komunikasi Organisasi adalah bentuk pertukaran pesan antara unit-unit komunikasi yang berada dalam organisasi tertentu. Komunikasi dalam organisasi juga memiliki fungsi diantaranya fungsi informatif, regulatif, persuasif dan integratif. Dalam komunikasi organisasi tidaklah selalu berjalan mulus , tentunya akan banyak terjadi hambatan-hambatan dalam berkomunikasi didalam organisasi.












DAFTAR PUSTAKA

2 komentar:

Database Dan Sistem Manajemen Database

DATABASE dan SISTEM MANAJEMEN DATABASE v   BENTUK - BENTUK DATA Bentuk – Bentuk Data diantaranya yaitu: 1.    Bentuk Data Menurut Cara ...