Senin, 08 Juni 2020

Database Dan Sistem Manajemen Database

DATABASE dan SISTEM MANAJEMEN DATABASE


v  BENTUK - BENTUK DATA
Bentuk – Bentuk Data diantaranya yaitu:

1.   Bentuk Data Menurut Cara Memperolehnya :

Ø Data Primer adalah data yang didapat secara langsung diambil dari objek / obyek penelitian oleh peneliti perorangan maupun organisasi. Contoh : Mewawancarai langsung penonton bioskop 21 untuk meneliti preferensi konsumen bioskop.

Ø Data Sekunder adalah data yang didapat tidak secara langsung dari objek penelitian. Peneliti mendapatkan data yang sudah jadi yang dikumpulkan oleh pihak lain dengan berbagai cara atau metode baik secara komersial maupun non komersial. Contoh:  Pada peneliti yang menggunakan data statistik hasil riset dari surat kabar atau majalah.

2.   Bentuk Data Berdasarkan Sumber Data :

Ø Data Internal adalah data yang menggambarkan situasi dan kondisi pada suatu organisasi secara internal. Misal : data keuangan, data pegawai, data produksi, dsb.

Ø Data Eksternal  adalah data yang menggambarkan situasi serta kondisi yang ada di luarorganisasi. Contohnya adalah data jumlah penggunaan sua tu produk pada konsumen, tingkat preferensi pelanggan, persebaran penduduk, dan lain sebagainya.

3.   Bentuk Data Menurut Waktu Pengumpulannya :

Ø Data Cross Section adalah data yang menunjukkan titik waktu tertentu. Contohnya laporan keuangan per 31 desember 2006, data pelanggan PT. Angin Ribut bulan mei 2004, dan lain sebagainya.

Ø Data Time Series / Berkala adalah data yang datanya menggambarkan sesuatu dari waktu ke waktu atau periode secara historis. Contoh data time series adalah data perkembangan nilai tukar dollar amerika terhadap euro eropa dari tahun 2004 sampai 2006, jumlah pengikut jamaah nurdin m. top dan doktor azahari dari bulan ke bulan, dll.

4.   Bentuk Data dengan Variabel bebas dan variabel terikat :

Ø Variabel bebas adalah data unit atau ukuran yang diubah dalam suatu pengamatan. Dalam hubungan sebab-akibat, variable terikat berperan sebagai sebab sementara variable bebas adalah akibat.

Ø Data dengan variabel terikat adalah data unit atau ukuran yang berubah sesuai dengan berubahnya variable lain. Variabel terikat menjadi hal yang diperhatikan dalam suatu pengamatan.

5.   Bentuk Data Berdasarkan Bentuk Datanya 

Ø Data Kuantitatif Data kuantitatif adalah data yang dipaparkan dalam bentuk angka-angka. Misalnya adalah jumlah pembeli saat hari raya idul adha, tinggi badan siswa kelas 3 ips 2, dan lain-lain.

Ø Data Kualitatif Data kualitatif adalah data yang disajikan dalam bentuk kata-kata yang mengandung makna. Contohnya seperti persepsi konsumen terhadap botol air minum dalam kemasan, anggapan para ahli terhadap psikopat dan lain-lain. 

6.   Bentuk Data Berdasarkan Sifat Data 

Ø Data Diskrit Data diskrit adalah data yang nilainya adalah bilangan asli. Contohnya adalah berat badan ibu-ibu pkk sumber ayu, nilai rupiah dari waktu ke waktu, dan lain-sebagainya.

Ø Data Kontinyu Data kontinyu adalah data yang nilainya ada pada suatu interval tertentu atau berada pada nilai yang satu ke nilai yang lainnya. Contohnya penggunaan kata sekitar, kurang lebih, kira-kira, dan sebagainya. Dinas pertanian daerah mengimpor bahan baku pabrik pupuk kurang lebih 850 ton.

7.   Bentuk Data menurut Susunannya

Ø Data Acak Atau Tunggal adalah data yang belum tersusun atau dikelompokkkan kedala kelas-kelas  interval.

Ø Data Berkelompok adalah data yang sudah tersusun atau dikelompokkan kedalam kelas-kelas interval. Data kelompok disusun dalam bentuk distribusi frekuensi atau tabel frekuensi.

v  DEFINISI DATABASE

Pengertian basis data atau disebut juga sebagai database dalam bahasa inggris adalah kumpulan informasi yang disimpan dalam media elektronik atau komputer secara sistematik. Data tersebut juga diolah sedemikian rupa supaya bisa digunakan dengan mudah. Biasanya, istilah basis data atau database dipelajari dalam ilmu informasi. Pada awalnya, database ada dalam ilmu komputer selanjutnya meluas ke bidang elektronika. Selain itu, pengertian basis data secara sederhana juga bisa diartikan sebagai kumpulan data yang saling berhubungan satu sama lain dan mempunyai penggunaan yang beragam.

Pengolahan database dalam media komputer ditujukan untuk mempermudah dan tentunya mengikuti perkembangan zaman yang semakin menerapkan era komputerisasi. Suatu pengelolaan sistem database dalam dunia IT biasa dikenal dengan istilah DBMS (Database Management System). Suatu database juga dapat didefinisikan terdiri dari kumpulan tabel – tabel yang menyimpan data serta informasi.

Namun pada hakikatnya penerapan database tidak hanya terdapat dalam lingkup IT saja, namun lebih dari itu. Contohnya pada sekolah atau universitas terdapat database mahasiswa, murid, tenaga pengajar, sarana prasarana dan lain lain. Dalam lingkungan perusahaan juga pastinya terdapat data – data perusahaan mencakup database karyawan, keuangan, dan lain – lain.

Sedangkan pengertian database menurut para ahli adalah:

*       Jogiyanto - Database merupakan kumpulan data serta informasi yang terintegritas, dimana data tersebut tersimpan di simpanan luar komputer    sehingga memerlukan software/aplikasi untuk memanipulasinya

*       Abdul Kadir - Database adalah suatu pengorganisasian sekumpulan data yang saling terhubung sehingga memudahkan untuk memperoleh informasi.

*       Fabbri dan Schwab - Database menurut mereka adalah sebuah sistem berkas terpadu yang dirancang terutama untuk dapat meminimalkan pengulangan data (redudancy).

*       Toni Fabbri - Database menurut Toni Fabbri yaitu sebuah sistem file-file dan data yang terintegrasi dimana file dan data tersebut memiliki primary key untuk melakukan pengulangan data.

v MANFAAT DATABASE

Berikut adalah 7 manfaat dari database:

a.   Kecepatan dan kemudahan akses (Speed)

Pemanfaatan database memungkinkan untuk dapat menyimpan, merubah, dan menampilkan kembali data tersebut dengan lebih cepat dan mudah.

b.   Efisiensi ruang penyimpanan (Space)

Efisiensi penggunaan ruang penyimpanan dapat dilakukan, karena penekatan jumlah redudansi data, baik dengan sejumlah pengkodean atau dengan membuat tabel-tabel yang saling berhubungan (relational database).

c.    Keakuratan (accuracy)

Pembentukan relasi antar data bersama dengan penerapan aturan / batasan (constraint) tipe, domain dan keunikan data dapat diterapkan dalam sebuah database.

d.   Ketersediaan (availability)

Dapat memilah data utama / master, transaksi, data histori hingga data kadaluwarsa. Data yang jarang atau tidak digunakan lagi dapat diatur dari sistem database aktif.

e.   Kelengkapan (completeness)

Lengkap / tidaknya data dalam sebuah database bersifat relatif. Bila pengguna sudah menganggap sudah lengkap yang lain belum tentu sama.

f.     Keamanan (security)

Untuk menentukan siapa saja yang berhak menggunakan database beserta objek-objek di dalamnya dan menentukan jenis-jenis operasi apa saja yang boleh dilakukan.

g.   Kebersamaan pengguna (sharebility)

Database dapat digunakan oleh beberapa pengguna dan beberapa lokasi. Database yang dikelola oleh sistem (aplikasi) yang mendukung multiuser dapat memenuhi kebutuhan, akan tetapi harus menghindari inkonsistensi data.

v HIERARKI DATA

Hirarki data dalam database mulai dari yang terbesar ke yang terkecil yaitu :

1)       Database

Suatu database  menggambarkan data yang saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya.

2)       File

Suatu file menggambarkan suatu kesatuan data yang sejenis, dimana kumpulan dari file membentuk suatu database.

3)       Record

Suatu record  menggambarkan suatu unit data individu yang tertentu dimana kumpulan dari record  membentuk suatu file.

4)       Field

Suatu  field  menggambarkan suatu attribute dari record, dimana kumpulan field  membentuk suatu record.

5)       Byte

Attribute dari  field  berupa huruf yang membentuk nilai dari sebuah field.

6)       Bit

Merupakan bagian terkecil dari data secara keseluruhan yaitu berupa karakter ASCII (American Standar Code Form Information Intercharge). 0 (nol) adalah satu yang merupakan komponen pembentuk byte.

v Model - Model Data

A.  Model Data Berbasis Objek

Model data berbasis objek menggunakan konsep entitas, atribut dan hubungan antar entitas. Dan model ini terdiri dari :

1.   Entity Relationship  Model 

Model untuk menjelaskan hubungan antar data dalam basis data berdasarkan suatu persepsi bahwa real word terdiri dari objek-object dasar yang mempunyai hubungan atau relasi antara objec-objec tersebut E-R MODEL berisi ketentuan /aturan khusus yang harus dipenuhi oleh isi database. Aturan terpenting adalah MAPPING CARDINSLITIES, yang menentukan jumlah entity yang dapat dikaitkan dengan entity lainnya  melalui relationship-set. Mapping cardinality adalah hubungan antara entitas terhadap entitas dimana diantaranya terdapat relasi atau relationshi. 

2.   Binary Model 

Binary model adalah model data yang memperluas definisi dari entity, bukan hanya atributenya tetapi juga tindakan-tindakannya.

3.   Semantic Model

Hampir sama dengan Entity Relationship model dimana relasi antara objek dasar tidak dinyatakan dengan simbol tetapi menggunakan kata-kata (Semantic). Semantik Data Model adalah salah satu jenisnya dimana relasi antar objek dasar tidak dinyatakan dengan simbol tetapi dengan kata-kata (Semantic).

B.  Model Data Berbasis Record

Model ini berdasarkan pada record untuk menjelaskan kepada user tentang hubungan logic antar data dalam basis data. Berbeda dengan Object Based Data Model (Model Data Berbasis Object), Model Data ini digunakan untuk menguraikan struktur logika keseluruhan dari suatu database, juga digunakan untuk menguraikan implementasi dari sistem database (higher level description of implementation). 

Terdapat 3 jenis Model Data pada Model Data Berbasis Record, yaitu :

1.   Model Relational

Dimana data serta hubungan antar data direpresentasikan oleh sejumlah tabel dan masing-masing tabel terdiri dari beberapa kolom yang namanya unique.

2.   Model Hirarki

Dimana data serta hubungan antar data direpresentasikan dengan record dan link (pointer), dimana record-record tersebut disusun dalam bentuk tree (pohon), dan masing-masing node pada tree tersebut merupakan record/grup data elemen dan memiliki hubungan cardinalitas 1:1 dan 1:M.

3.   Model Jaringan 

Distandarisasi tahun 1971 oleh Database Task Group (DBTG) atau disebut juga model CODASYL (Conference on Data System Language), mirip dengan hirarkical model dimana data dan hubungan antar data direpresentasikan dengan record dan links. Perbedaannya terletak pada susunan record dan linknya yaitu network model menyusun record-record dalam bentuk graph dan menyatakan hubungan cardinalitas 1:1, 1:M dan N:M.

C.  Model Data Fisik

Digunakan untuk menguraikan data pada internal level, beberapa model yang umum digunakan, yaitu: 

1. Unifying Model  

Model ini menggabungkan memori dan transaksi database dalam satu kesatuan model.

2. Frame Memory 

Frame Memory adalah sebuah virtual view dari tempat penyimpanan sekunder yang digunakan untuk mendukung penyimpanan record database. 

D.  Model Data Konseptual

Model yang dibuat berdasarkan anggapan bahwa dunia nyata terdiri dari koleksi obyek-obyek dasar yang dinamakan entitas (entity) serta hubungan (relationship) antara entitasentitas itu. Biasanya direpresentasikan dalam bentuk Entity Relationship Diagram.

v Operasi Database

1.  Create Database : pembuatan basis data dimana kita membuat lemari dokumen baru tempat penyimpanan dilakukan.

2.  Drop Database : penghapusan basis data dimana kita menghancurkan lemari dokumen beserta isinya, jika ada.

3.  Create Table : pembuatan tabel baru ke suatu basis data atau sama seperti penambahan map dokumen ke sebuah lemari arsip yang telah ada.

4.  Drop Table : penghapusan tabel dari suatu basis data atau sama seperti perusakan map dokumen lama atau yang tidak terpakai di sebuah lemari dokumen.

5.  Insert : penambahan/pengisian data baru ke tabel yang berada pada suatu basis data.

6.  Query : pengambilan data dari sebuah tabel, sama seperti pencarian lembaran dokumen dari sebuah map.

7.  Update : perbaikan atau perubahan isi dokumen didalam tabel pada suatu basis data.

8.  Delete : penghapusan data dari sebuah tabel.

v Pengertian DBMS (Database Manajemen Sistem)

DBMS (DataBase Management System) adalah sistem yang secara khusus dibuat untuk memudahkan pemakai dalam mengelola basis data. Definisi lainnya, Database Management System adalah software yang mengijinkan penggunanya untuk membuat, mengakses, dan mengatur sebuah database. Pada pendekatan database, setiap file yang ada pada tiap departemen disimpan pada sebuah server database dengan sebutan baru, yaitu table. Lalu setiap program dapat mengakses bagian dari database sesuai kebutuhan.


Database Dan Sistem Manajemen Database

DATABASE dan SISTEM MANAJEMEN DATABASE v   BENTUK - BENTUK DATA Bentuk – Bentuk Data diantaranya yaitu: 1.    Bentuk Data Menurut Cara ...